Apakah Ahmadiyah Itu

November 10, 2009

Ahmadiyah adalah sebuah Jamaah Islam yang didirikan oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad pada tahun 1889 Masehi/ 1306 Hijriah, di Qadian India. Dan beliau mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi dan al Masih yang dijanjikan kedatangannya oleh Nabi Muhammad SAW.

Jemaat Ahmadiyah bukan sebuah agama baru. Jemaat Ahmadiyah bekerja untuk menghidupkan Agama Islam dan menegakkan syari’at Islam. Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad menulis, “Wahai kalian yang bermukim di muka bumi dan wahai jiwa semua yang ada di barat atau di timur, aku maklumkan secara tegas bahwa kebenaran hakiki di dunia ini hanyalah Islam, Tuhan yang benar adalah Allah sebagaimana yang terdapat di dalam Al Qur’an, sedangkan Rasul yang memiliki hidup keruhanian yang abadi dan sekarang bertahta diatas singgasana keagungan dan kesucian adalah wujud terpilih Muhammad SAW. ( Rukhani Khazain, vol. 15, hal. 141); Dibawah kolong langit ini hanya ada satu Rasul dan satu Kitab. Rasul itu adalah Hadhrat Muhammad SAW yang lebih luhur dan agung serta paling sempurna dibanding semua Rasul . . . Kitab tersebut adalah Al Quran yang merangkum bimbingan yang benar dan sempurna.” (Rukhani Khazain, vol. 1 hal. 557).

Jemaat Ahmadiyah berpegang teguh kepada Kitab Suci Al Quranul Karim. Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad menulis, “Keselamatan dan kebahagiaan abadi manusia adalah karena bisa bertemu dengan Tuhan-nya dan hal ini tidak akan mungkin dicapai tanpa mengikuti Kitab Suci Al Qur’an.” (Rukhani Khazain vol. 10 hal. 442); “Apa yang termaktub di dalam Al Qur’an merupakan wahyu utama dan mengatasi serta berada diatas semua wahyu-wahyu lainnya.” (Majmua Isytiharat, vol. 2 hal. 84); “Kitab Suci Al Qur’an merupakan sebuah mukjizat yang kapanpun tidak ada dan tidak akan pernah ada tandingannya.” (Malfuzhat, vol. III, hal. 57)

Berkenaan dengan dua kalimah Syahadat, beliau menulis, “”Inti dari kepercayaan saya adalah: Laa Ilaaha Illallahu, Muhammadur-Rasulull ahu (Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah). Kepercayaan kami yang menjadi pergantungan dalam hidup ini, dan yang padanya kami, dengan rahmat dan karunia Allah, berpegang sampai saat terakhir dari hayat kami di bumi ini ialah: Sayyidina Maulana Muhammad SAW adalah Khataman Nabiyyin dan Khairul Mursalin, yang termulia dari antara nabi-nabi. Ditangan beliau hukum syari’at telah disempurnakan. Karunia yang sempurna ini pada waktu sekarang adalah satu-satunya penuntun ke jalan yang lurus dan satu-satunya sarana untuk mencapai ‘kesatuan’ dengan Tuhan Yang Mahakuasa.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Izalah Auham, 1891: 137).

Dalam usia lebih dari 100 tahun, Jemaat Ahmadiyah telah berkembang dan berada di hampir 200 negara di dunia dengan jumlah anggota lebih dari 200 juta jiwa. Dalam upaya menegakkan agama Islam dan menyebarkan syiar Islam keseluruh dunia. Jemaat Ahmadiyah mendapat dana dari pengorbana para anggota yaitu infaq/ iuran setiap anggota wajib membayar infaq/ iuran tiap bulannya sebesar 1/16 sampai dengan 1/3 dari pendapatan perbulan. Jemaat Ahmadiyah tidak pernah meminta atau menerima satu sen pun dana/ biaya dari luar: baik dari perorangan/ organisasi/ pemerintah/ Negara.
Dalam upaya menyebarkan agama Islam, Jemaat Ahmadiyah mengirimkan ribuan Da’i ke seluruh penjuru dunia; membangun ribuan masjid di berbagai penjuru dunia diantaranya Masjid Baitul Futuh, Morden London UK yang merupakan mesjid terbesar di Eropa Barat; menterjamahkan Al Qur’an kedalam 100 bahasa di dunia sehingga seluruh bangsa dapat mempelajari secara langsung Kitab Suci tersebut; Mendirikan stasiun televisi MTA Internasional (MTA 1; MTA 2 dan MTA 3 Al Arabiyya) yang dipancarkan ke seluruh penjuru dunia 24 jam nonstop menggunakan tujuh buah satelit; melaksanakan bakti kemanusiaan melalui Humanity First tanpa memandang ras, agama, keyakinan maupun bangsa, termasuk membantu menanggulangi Tsunami di Aceh.

Jamaah Ahmadiyah Internasional dipimpin oleh Hadhrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifatul Masih V yang saat ini berkedudukan di London, Inggris. Dalam rangkaian muhibah pimpinan tertinggi Jamaah Ahmadiyah Internasional, tanggal 17-19 April 2008 Khalifah Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad menghadiri pertemuan tahunan Ahmadiyah Ghana yang dihadiri oleh Presiden Ghana, Ageyaku Kufour, dan wakil Presiden, Alhaj Aliu Mahama dan pajabat-pejabat Negara lainnya.

Jemaat Ahmadiyah perpegang teguh kepada mottonya, Love for All, Hatred for None (Cinta kepada semua orang dan tiada kebencian kepada siapapun).
http://www.alislam.org/introduction/index.htm

Ahmadiyah : Ummi Adel : Berjama’ah melakukan FITNAH terhadap AHMADIYAH

November 10, 2009

Pasti sulit menjadi pengikut Jemaat AHMADIYAH saat ini. Selain terancam hidupnya oleh tindakan-tindakan anarkis yang kampungan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang ngakunya mewakili umat Islam, AHMADIYAH dan pengikutnya juga begitu teraniaya oleh banyaknya tudingan dan fitnah-fitnah keji yang masya-Allah , sangat tidak berdasar.

Jemaat AHMADIYAH sudah berusia lebih dari 100 tahun, dan lebih dari 200 juta orang diberbagai belahan dunia yang sekitar 500 ribu orang berasal dari Indonesia sudah bergabung menjadi pengikut Jemaat AHMADIYAH dan akan terus bertambah.
Saya tidak hendak menjelaskan banyak hal tentang Jemaat AHMADIYAH (silahkan dibaca sendiri disitus resminya http://www.ahmadiyya.or.id), namun saya mengajak pembaca untuk melihat bagaimana syarat bagi yang akan menjadi pengikut AHMADIYAH :

Orang yang bai’at berjanji dengan hati yang jujur bahwa,

1 .Di masa yang akan datang hingga masuk ke dalam kubur senantiasa akan menjauhi syirik.

2. Akan senantiasa menghindarkan diri dari segala corak bohong, zina, pandangan birahi terhadap bukan muhrim, perbuatan fasiq, kejahatan, aniaya, khianat, mengadakan huru-hara, dan memberontak serta tidak akan dikalahkan oleh hawa nafsunya meskipun bagaimana juga dorongan terhadapnya.

3. Akan senantiasa mendirikan shalat lima waktu semata-mata karena mengikuti perintah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, dan dengan sekuat tenaga akan senantiasa mendirikan shalat Tahajud, dan mengirim salawat kepada Junjungannya Yang Mulia Rasulullah s.a.w dan memohon ampun dari kesalahan dan mohon perlindungan dari dosa; akan ingat setiap saat kepada nikmat-nikmat Allah, lalu mensyukurinya dengan hati tulus, serta memuji dan menjunjung-Nya dengan hati yang penuh kecintaan.

4. Tidak akan mendatangkan kesusahan apa pun yang tidak pada tempatnya terhadap makhluk Allah umumnya dan kaum Muslimin khususnya karena dorongan hawa nafsunya, biar dengan lisan atau dengan tangan atau dengan cara apa pun juga.

5. Akan tetap setia terhadap Allah Ta’ala baik dalam segala keadaan susah ataupun senang, dalam duka atau suka, nikmat atau musibah; pendeknya, akan rela atas keputusan Allah Ta’ala. Dan senantiasa akan bersedia menerima segala kehinaan dan kesusahan di jalan Allah. Tidak akan memalingkan mukanya dari Allah Ta’ala ketika ditimpa suatu musibah, bahkan akan terus melangkah ke muka.

6. Akan berhenti dari adat yang buruk dan dari menuruti hawa nafsu, dan benar-benar akan menjunjung tinggi perintah Al-Qur’an Suci di atas dirinya. Firman Allah dan sabda Rasul-Nya itu akan menjadi pedoman baginya dalam tiap langkahnya.

7. Meninggalkan takabur, sombong; akan hidup dengan merendahkan diri, beradat lemah-lembut, berbudi pekerti yang halus, dan sopan-santun.
8. Akan menghargai agama, kehormatan agama dan mencintai Islam lebih dari pada jiwanya, hatanya, anak-ananknya, dan dari segala yang dicintainya.

9. Akan selamanya menaruh belas kasih terhadap makhluk Allah umumnya, dan akan sejauh mungkin mendatangkan faedah kepada umat manusia dengan kekuatan dan nikmat yang dianugerahkan Allah Ta’ala kepadanya.

10. Akan mengikat tali persaudaraan dengan hamba ini “Imam Mahdi dan Al-Masih Al-Mau’ud” semata-mata karena Allah dengan pengakuan taat dalam hal makruf (segala hal yang baik) dan akan berdiri di atas perjanjian ini hingga mautnya, dan menjunjung tinggi ikatan perjanjian ini melebihi ikatan duniawi, baik ikatan keluarga, ikatan persahabatan ataupun ikatan kerja.

Tidak ada yang perlu diperjelas dari persyaratan menjadi pengikut Jemaat AHMADIYAH ini, namun dengan ketidak-tahuannya, atau karena hanya ingin menghancurkan Jemaat AHMADIYAH, banyak oknum tokoh masyarakat yang menggunakan segala macam cara hingga melakukan fitnah-fitnah yang sangat keji seperti :
– AHMADIYAH tidak mengakui Nabi Muhammad saw.

– Kitab suci AHMADIYAH bukan Al-Qur’an

– Kiblat AHMADIYAH bukan ke Tanah suci Mekkah

dan banyak fitnah lain yang dikemukakan. Masya-Allah.

Saya hanya menghimbau dan mengingatkan mereka yang sampai saat ini masih melakukan fitnah dan tindakan aniaya lainnya terhadap Jemaat AHMADIYAH agar segera bertobat. Allah swt. tidak pernah tidur dan terus melihat serta melalui malaikat Munkar dan Nakir mencatat segala perilaku anda semua. “Sungguh azab Allah sangat pedih .
Sumber :
http://zoneforall.blogspot.com/search/label/Issu%20Islam%20Terkini

Fatahillah Akbar berkata, “AHMADIYAH” & “FPI”

November 10, 2009

@ Admin, Mustafa Kamal,Zero salam kenal ! Semoga Allah Ta’ala melimpahi anda semua dengan kerendahan hati, kecemerlangan pikir dan keberanian membela keadilan untuk semua. Barrakallaahu lakum !! (kawan seperjuangan).

@FPI : Jika mau bermain logika/mantiq perbandingannya harus apple to apple, jangan anda bandingkan kucing dengan kuda atau apple dengan mangga ! pelajari lagi kitab-kitab mantiq bung ! Silakan dikritisi dengan perbandingan yang sehat dan logika ilmiah yang benar !

Sepanjang saya berkenalan dan mengetahui sepak terjang ahmadiyah di Indonesia dan di dunia Islam, inilah beberapa yang telah dan sedang dilakukan :

1. Ahmadiyah telah membuka missi eksisnya di 195 negara di dunia dengan total jumlah anggota sekitar 250-an juta.

2. Ahmadiyah telah mengutus mubaligh-mubalighnya hingga ke kepulauan terpencil Pasifik semata-mata untuk mengajak umat manusia mencintai Allah dan Rasulullah Muhammad saw melalui agama Islam.

3. Ahmadiyah telah menerjemahkan Al Quran dalam 100 bahasa dunia dan menyebarkannya di seluruh dunia.

4. Ahmadiyah telah memperkenalkan Islam yang sangat indah dan damai kepada dunia Eropa, Amerika dan Afrika sehingga telah menarik jutaan orang masuk ke dalam jamaahnya.

5. Ahmadiyah telah memiliki stasiun TV dakwah (Muslim TV Ahmadiyah International) yang mengudara 24 jam-Non Stop setiap harinya guna mendukung dakwah Islam masuk ke pintu-pintu Asia, Eropa, Amerika dan seluruh dunia sehingga banyak dari mereka mulai tertarik, menghormati dan ingin tahu dan berkenalan dengan keindahan Islam sebagai Rahmatan lil ‘Alamiin.

6. Ahmadiyah telah membuka kembali missi dakwah Islam yang kosong di Andalusia (Spanyol) dengan mendirikan cabang di sana (Basyarat Mosque) setelah dakwah Islam vakum selama 500 tahun lebih di sana.

7. Ahmadiyah masuk lebih jauh hingga ke jantung Eropa melalui Perancis, Swiss hingga ke Jerman. Di Jerman sekarang ini Ahmadiyah sedang in project mendirikan 100 masjid di kota-kota besar di Jerman dan seiring dengan itu Islam sekarang diakui sebagai agama yang eksis di Jerman.

Bung FPI sangat menarik apabila anda menceritakan pula sudah sampai di berapa negara FPI berdakwah atau membuka missi dakwah Islamnya dan sudah berapa banyak non muslim atau atheist yang kemudian mencintai Islam dan Rasulullah saw berkat dakwah FPI di Russia, Eropa dan Amerika atau bahkan Israel ? Mari ber-Fastabiqul Khairat bung !
Sumber : http://jarikmataram.wordpress.com/2009/08/12/loh-ahmadiyah-hajinya-ke-mekkah-juga-ya/#more-448

@ Admin, Mustafa Kamal,Zero salam kenal ! Semoga Allah Ta’ala melimpahi anda semua dengan kerendahan hati, kecemerlangan pikir dan keberanian membela keadilan untuk semua. Barrakallaahu lakum !! (kawan seperjuangan).

@FPI : Jika mau bermain logika/mantiq perbandingannya harus apple to apple, jangan anda bandingkan kucing dengan kuda atau apple dengan mangga ! pelajari lagi kitab-kitab mantiq bung ! Silakan dikritisi dengan perbandingan yang sehat dan logika ilmiah yang benar !

Sepanjang saya berkenalan dan mengetahui sepak terjang ahmadiyah di Indonesia dan di dunia Islam, inilah beberapa yang telah dan sedang dilakukan :

1. Ahmadiyah telah membuka missi eksisnya di 195 negara di dunia dengan total jumlah anggota sekitar 250-an juta.

2. Ahmadiyah telah mengutus mubaligh-mubalighnya hingga ke kepulauan terpencil Pasifik semata-mata untuk mengajak umat manusia mencintai Allah dan Rasulullah Muhammad saw melalui agama Islam.

3. Ahmadiyah telah menerjemahkan Al Quran dalam 100 bahasa dunia dan menyebarkannya di seluruh dunia.

4. Ahmadiyah telah memperkenalkan Islam yang sangat indah dan damai kepada dunia Eropa, Amerika dan Afrika sehingga telah menarik jutaan orang masuk ke dalam jamaahnya.

5. Ahmadiyah telah memiliki stasiun TV dakwah (Muslim TV Ahmadiyah International) yang mengudara 24 jam-Non Stop setiap harinya guna mendukung dakwah Islam masuk ke pintu-pintu Asia, Eropa, Amerika dan seluruh dunia sehingga banyak dari mereka mulai tertarik, menghormati dan ingin tahu dan berkenalan dengan keindahan Islam sebagai Rahmatan lil ‘Alamiin.

6. Ahmadiyah telah membuka kembali missi dakwah Islam yang kosong di Andalusia (Spanyol) dengan mendirikan cabang di sana (Basyarat Mosque) setelah dakwah Islam vakum selama 500 tahun lebih di sana.

7. Ahmadiyah masuk lebih jauh hingga ke jantung Eropa melalui Perancis, Swiss hingga ke Jerman. Di Jerman sekarang ini Ahmadiyah sedang in project mendirikan 100 masjid di kota-kota besar di Jerman dan seiring dengan itu Islam sekarang diakui sebagai agama yang eksis di Jerman.

Bung FPI sangat menarik apabila anda menceritakan pula sudah sampai di berapa negara FPI berdakwah atau membuka missi dakwah Islamnya dan sudah berapa banyak non muslim atau atheist yang kemudian mencintai Islam dan Rasulullah saw berkat dakwah FPI di Russia, Eropa dan Amerika atau bahkan Israel ? Mari ber-Fastabiqul Khairat bung !

Sumber : http://jarikmataram.wordpress.com/2009/08/12/loh-ahmadiyah-hajinya-ke-mekkah-juga-ya/#more-448

Ghulam Ahmad Memuliakan Rasulullah saw

November 10, 2009

Tuduhan dari sekelompok ulama yang menyatakan bahwa Ghulam Ahmad r.a, adalah menghina YML Rasulullah saw adalah tidak benar. Demikian juga tuduhan bahwa Ahmadiyah adalah antek Inggris dan didirikan untuk kepentingan kolonial Inggris.

Jemaat Ahmadiyah berkeyakinan bahwa nabi Muhammad saw adalah khataman nabiyyin. Pendiri Jemaat Ahmadiyah menulis,

“Tuduhan yang dilontarkan terhadap diri saya dan terhadap Jamaah saya bahwa kami tidak mempercayai Rasulullah Muhammad SAW sebagai Khataman Nabiyyin merupakan kedustaan besar yang dilontarkan kepada kami. Kami meyakini Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai Khatamul Anbiya dengan begitu kuat, yakin, penuh makrifat dan bashirat, yakni seperseratus ribu dari yang itupun tidak dilakukan oleh orang-orang lain. Dan memang tidak demikian kemampuan mereka. Mereka tidak memahami hakikat dan rahasia yang terkandung di dalam Khatamun Nubuwat Sang Khatamul Anbiya. Mereka hanya mendengar sebuah kata dari tetua mereka, tetapi tidak tahu menahu tentang hakikatnya. Dan mereka tidak tahu apa yang dimaksud dengan Khatamun Nubuwat – yakni apa makna mengimaninya. Namun kami, dengan penuh bashirat (Allah Taala yang lebih tahu) meyakini Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sebagai Khatamul Anbiya. Dan Allah Taala telah membukakan pintu hakikat Khatamun Nubuwwat kepada kami sedemikian rupa, yakni dari serbat irfan yang telah diminumkan kepada kami itu kami mendapat suatu kelezatan khusus yang tidak dapat diukur oleh siapapun kecuali oleh orang-orang yang memang telah kenyang minum dari mata air ini juga.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Malfuzhat, jld. I, halaman 342)

“Dengan sungguh-sungguh saya percaya bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Khatamul Anbiya. Seorang yang tidak percaya pada Khatamun Nubuwwah beliau (Rasulullah SAW), adalah orang yang tidak beriman dan berada diluar lingkungan Islam.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Taqrir Wajibul I’lan, 1891).

“Martabat luhur yang diduduki junjungan dan penghulu kami, yang terutama dari semua manusia, nabi yang paling besar, Hadhrat Khatamun Nabiyyin SAW telah berakhir dalam diri beliau yang di dalamnya terhimpun segala kesempurnaan dan yang sebaliknya tak dapat dicapai manusia.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Taudhih Maram, 1891 hal. 23)

“Yang dikehendaki Allah supaya kita percaya hanyalah ini, bahwa Dia adalah Esa dan Muhammad SAW adalah Nabi-Nya, dan bahwa beliau adalah Khatamul Anbiya dan lebih tinggi dari semua makhluk.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Kisti Nuh, tahun 1902, halaman 15).

“Untuk sampai kepada-Nya semua pintu telah tertutup, kecuali sebuah pintu yang dibukakan oleh Qur’an Majid dan semua kenabian dan semua kitab-kitab yang terdahulu tidak perlu lagi diikuti, sebab kenabian Muhammadiyah, mengandung dan meliputi kesemuanya itu. Selain ini semua jalan tertutup. Semua jalan yang membawa kepada Tuhan terdapat di dalamnya. Sesudahnya tidak akan datang kebenaran baru, dan tidak pula sebelumnya ada suatu kebenaran yang tidak terdapat di dalamnya. Sebab itu, diatas kenabian ini habislah semua kenabian. Memang sudah sepantasnya demikian sebab sesuatu yang ada permulaannya, tentu ada pula kesudahannya.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Al Wasiyat, JAI 2006, hal. 24).

Sesudah Nabi Muhammad SAW, tidak boleh lagi mengenakan istilah Nabi kepada seseorang, kecuali bila ia lebih dahulu menjadi seorang ummati dan pengikut dari Nabi Muhammad SAW.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Tajalliyati Ilahiyah, 1906, hal. 9)

“Semua pintu kenabian telah tertutup kecuali pintu penyerahan seluruhnya kepada Nabi Muhammad SAW dan pintu fana seluruhnya kedalam beliau.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Ek Ghalti ka Izalah, 1901, hal. 3).

Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad sangat mencintai Rasulullah Muhammad SAW, berkenaan dengan kecintaan dan kesediaan beliau mengorbankan jiwa raga demi kemuliaan Rasulullah Muhammad SAW beliau menulis, “Saya katakan dengan sejujur-jujurnya bahwa kami dapat berdamai dengan ular berbisa dan serigala buas, tetapi kami tak dapat berkompromi dengan orang yang melakukan serangan-serangan keji terhadap Nabi Muhammad yang kami cintai, orang yang lebih kami hargakan dari kehidupan kami dan orang tua kami.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Paighami Sulh, 1908 hal. 30).

“Sekiranya orang-orang ini menyembelih anak-anak kami didepan mata kami dan mencincang apa-apa yang kami cintai sampai berkeping-keping dan membuat kami mati dengan hina dan malu dan merampas semua harta dunia kami, maka demi Tuhan, semua itu tidak akan begitu menyakitkan hati kami seperti yang kami alami atas cacian dan hinaan yang dilancarkan kepada Nabi kami, Muhammad SAW.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Aina Kamalati Islam, 1893, hal. 52).

“Aku menyaksikan suatu kehebatan dalam wajahmu yang bersinar cemerlang, yang melebihi semua sifat manusia lain. Pada wajahnya tampak Tuhan Muhaimin dan seluruh keadaannya bagaikan cermin. Yang menampakkan keindahan sifat Ilahi dan kebesarannya sungguh menyilaukan. Ia mengungguli seluruh manusia dengan kemampuan, kesempurnaan dan keelokannya dan kehebatan serta dalam kesegaran jiwanya. Sedikitpun tidak diragukan lagi, Muhammad shallallahu alaihi wa sallam adalah terbaik diantara seluruh makhluk. Paling mulia diantara yang mulia dan inti orang-orang yang terpilih. Segala sifat yang terbaik dan terpuji, pada diri beliaulah puncaknya. Anugerah nikmat yang ada pada setiap zaman, telah berakhir dalam dirinya. Beliau adalah yang terbaik dari semua orang yang mendapat Qurb Ilahi sebelumnya. Keunggulan beliau karena kebaikan-kebaikan, bukan karena zaman. Wahai Tuhanku, turunkanlah berkat-berkat kepada Nabi-Mu abadi selamanya, di dunia ini dan di hari kebangkitan kedua.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Aina Kamalaati Islam, halaman 594-596).

Pandangan Tokoh Islam Indonesia tentang Ahmadiyah

November 10, 2009

Jemaat Ahmadiyah Indonesia adalah bagian dari Jamaah Ahmadiyah Internasional yang didirikan oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad Qadiani pada tahun 1889 di Qadian India. Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad kami yakini adalah Almasih dan Imam Mahdi yang kedatangannya telah dijanjikan oleh Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Keyakinan tentang datangnya Imam Mahdi dan Nabi Isa di akhir Zaman adalah keyakinan seluruh umat Islam dari golongan manapun. Tugasnya adalah menghidupkan kembali agama Islam dan menegakkan kembali syariat Islam.

Jemaat Ahmadiyah pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 1925, diundang oleh Persatuan Mahasiswa Jawa Sumatra di India ketika itu, yang akhirnya Maulana Rahmat Ali HAOT merupakan Muballigh pertama yang diutus ke Indonesia oleh Hadhrat Al-Hajj Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad rh., Khalifah Ahmadiyah ketika itu.

Jemaat Ahmadiyah berperan aktif dalam proses pendirian NKRI dan salah seorang anggotanya, Sayyid Shah Muhammad adalah Ketua Panitia Pemulihan Pemerintahan RI. Beliau mendapat bintang jasa kehormatan dari pemerintah Republik Indonesia atas jasa-jasanya.

Jemaat Ahmadiyah Indonesia dikukuhkan ber-Badan Hukum sesuai bunyi Lembaran Berita Negara no. 26 tahun 1953 dengan penetapan Menteri Kehakiman RI No. JA 5/23/13 tanggal 13 Maret 1953. Pandangan beberapa tokoh bangsa dan tokoh Islam Indonesia terhadap Ahmadiyah antara lain:

1. Prof. Dr. Hamka, tidak asing lagi bagi masyarakat kita, seorang alim terkemuka, berpengaruh dan termasuk orang yang menentang Ahmadiyah. Namun demikian Prof. Dr. Hamka “DIPAKSA” oleh hati nuraninya untuk berkata dan menulis tentang KEBENARAN dan Jasa Ahmadiyah seperti berikut:

“Adapun Kaum Ahmadi (Ahmadiyah) dan Usahanya Menyebarkan Islam di benua Eropa dan Amerika, dengan dasar ajaran mereka, faedahnya bagi Islam ada juga. Mereka Menafsirkan Qur’an ke dalam bahasa-bahasanya yang hidup di Eropa. Padahal di zaman 100 tahun yang lalu masih merata kepercayaan tidak boleh menafsirkan Qur’an. Penafsiran Qur’an dari kedua golongan Ahmadiyah itu membangkitkan minat bagi golongan yang Menginginkan Kebangkitan Ajaran Muhammad kembali buat memperdalam selidiknya tentang Islam … ” [Pelajaran Agama Islam, hal. 199, cetakan pertama 1956, Penerbit Bulan Bintang].

2. Dr. H Abdul Karim Amarullah alias haji Rasul, ayahanda Dr. Hamka, salah satu ulama terkemuka di negara kita pada zamannya dan PENENTANG PERTAMA Mubaligh Ahmadiyah di Sumatera Barat tahun 1925/1926. Sekalipun memusuhi Ahmadiyah namun beliau TIDAK SEGAN MEMUJI DAN MENGAKUI JASA DAN UPAYA Ahmadiyah meng-Islamkan kaum Keristen. Beliau mengatakan dalam sebuah bukunya [Al-Qaulush- Shahih hal. 149, Bukit Tinggi, 1926]:
“Di atas nama Islam dan kaum Muslimin sedunia kita memuji sungguh kepada pergerakan Ghulam Ahmad tentang mereka banyak menarik kaum Nasrani (Keristen) masuk agama Islam di tanah Hindustan dan lain- lain tempat …

3. Dalam Almanak Muhammadiyah hal. 42 tahun 1347 Hijriah; “Mubaligh-mubaligh Ahmadiyah telah bermukim di Barat sangat keras mengembangkan agama Islam dan meratakan pengajarannya, begitullah berangsur-angsur terus menerus yang datang pada kemudiannya, hingga di antara mubaligh itu ada yang menuju pusatnya kaum Keristen di tanah Roma, Italia dan hendak di-Islamkannya …
4. H. Agus Salim dan H.O.S Cokroaminoto “Kongres Serikat Islam 26-29 januari 1928 di Jogjakarta memperingati hari S.I. 15 tahun. Sebagai dimaksudkan dahulu itu, diadakan juga Majelis Ulama itu, tetapi Muhammadiyah tidak mau turut duduk di Majelis itu sebenarnya Majelis S.I. adanya, jadi di luar organisasi ini, tidak mempunyai kekuasaan apa-apa. Di Kongres itu dibicarakan juga tafsir Qur’an yang sedang dikerjakan oleh Cokroaminoto. Dari penerbitan-penerbit an pertama, ternyatalah bahwa tafsir itu didasarkan atas Tafsir Ahmadiyah. Lantran ini timbullah dalam kalangan sendiri perlawanan yang keras. Salim menerangkan, bahwa dari segala jenis tafsir Qur’an, yaitu dari kaum kuno, kaum Muktazilah, ahli sufi dan golongan moderen (di antaranya Ahmadiyah, Wahabi baru, dan kaum Theosofi), Tafsir Ahmadiyah-lah yang paling baik untuk memberi kepuasan kepada pemuda-pemuda Indonesia yang terpelajar”. [Mr. A.K. Pringgodigdo, Sejarah Pergerakkan- pergerakan Rakyat Indonesia, 1946, cetakan kelima, halaman 47, Penerbit Pustaka Rakyat]

5. Prof. Dr. Hasbullah Bakry; Seorang penulis terkenal, Ulama dan Guru Besar Hukum Islam dan Perbandingan Agama. “Akhirulkalam kami berpendapat Ghulam Ahmad adalah ulama besar seperti ulama besar lainnya sedangkan pengikutnya adalah umat Islam tanpa perlu diragukan Islamnya, dan salah besar mereka yang menganggap kafir. Semoga Allah SWT. menguatkan selanjutnya pendapat kami ini dengan menggerakkan para ulama lainnya dalam membelanya, amin”. [Pedoman Islam di Indonesia, hal. 441, cetakan ke lima 1990, Penerbit Universitas Indonesia, Press).
6.. Ir. Soekarno (Presiden RI Pertama) “Ahmadiyah adalah besar pengaruhnya, juga di luar India. Ia bercabang di mana-mana, ia menyebarkan banyak perpustakaannya ke mana-mana. sampai di Eropa dan Amerika orang baca ia punya buku- buku, sampai di sana ia sebarkan punya propagandis- propagandis. Corak ia punya Sistem adalah memprogandakan Islam dengan cara apologetis, yakni mempropagandakan Islam dengan mempertahankan Islam itu terhadap serangan-serangan dunia Nasrani; mempropagandakan Islam dengan membuktikan kebenaran Islam di hadapan kritikannya dunia Nasrani, ya … Ahmadiyah adalah salah satu faktor penting di dalam pembaharuan pengertian Islam di India, dan satu faktor penting pula di dalam mempropagandakan Islam di benua Eropa khususnya, di kalangan kaum intelektuil seluruh dunia umumnya.
7. Prof. Dr. Amien Rais ( Mantan Ketua MPR RI/PP Muhamadiyah ). “Ahmadiyah bukan gerakan politik. Beberapa stasiun televisi mereka di Eropa hanya bicara tentang ajaran,Islam, akhlak, dan ekonomi.Di Pakistan mereka tetap eksis. Mereka naik haji ke Mekkah dan Madinah,juga tetap salat lima waktu. Bahkan setahu saya, banyak jenderal angkatan laut, darat, dan udara di Pakistan orang Ahmadiyah. Bahkan pemenang Nobel Fisika, Dr Abdussalam, juga orang Ahmadiyah. Jadi mereka itu sekumpulan orang intelektual. Bahkan, kalau mau jujur, yang menyiarkan agama Islam di Eropa, ya, orang-orang Ahmadiyah lewat stasiun televisi dan stasiun radio. (Majalah Tempo, 28 April 2008).
8. Forum Kyai Peduli Khittah Nahdatul Ulama. Kiai-kiai sepuh yang tergabung dalam Forum kyai Peduli Khittah Nahdatul Ulama 26 Cirebon menyatakan sikap menolak rekomendasi tersebut. Mereka menyayangkan sikap Bakorpakem yang menyatakan ajaran Ahmadiyah. sesat, tanpa terlebih dulu mengetahui pengertian sesat menurut agama. “Nanti jangan-jangan semua aliran Islam yang masih ada oleh Bakorpakem dinyatakan sesat,” ujar KH Syarif Usman Yahya. (Tribun Timur.com, 24 April 2008).

9. Prof. Dr. Dakwam Rahardjo, Tokoh Muhamadiyah Padahal Ahmadiyah sendiri tidak menganggap dirinya sebagaikelompok non-Muslim. Mereka hanya mengaku sebagai sebuah sekte atau mazhab dalam Islam. Bahkan mereka juga menganggap diri mereka sebagai salah satu bentuk danmanifestasi gerakan kebangkitan Islam pada abad ke-19.

10. Adnan Buyung Nasution pengacara senior……………

11. Din Syamsudin Ketua PP Muhammadiyah

12. Todung Mulya Lubis ( Pengacara Senior ) Pernyataan yang menuding Ahmadiyah sesat adalah pernyataan arogan, Negara tidak punya hak masuk domain pribadi. Kita akan melawan setiap pembubaran organisasi. (Detiknews.com, 04 Mei 2008).

13. Goenawan Muhamad (Redaktur Senior Tempo) SKB Ahmadiyah jangan dikeluarkan karena bertentangan dengan kebebasan beragama . Jika Ahmadiyah dibubarkan , satu lagi bagian penting Negara dikhianati (Detiknews.com, 04 Mei 2008).

14. Yudi Latif – Hasil Survey PSIK Paramadina.Mayoritas warga menyatakan Ahmadiyah berhak hidup di Indonesia (Kompas online, 22 April 2008).

15. Ade Armando ( Mantan Wartawan Republika/ Pemred Majalah Madina) “Ahmadiyah itu sudah ada di Indonesia sejak 1920an. Pernahkah kita mendengar mereka melakukan aksi kekerasan dan menyerang pihak lain? Tidak. Dan ini bisa dijelaskan dengan merujuk pada salah satu dasar ajaran Ahmadiyah. Mereka memang anti menggunakan kekerasan untuk memperjuangkan Islam. Istilah jihad dalam komunitas Ahmadiyah dipercaya sebagai penyebaran ajaran dengan cara dakwah dan persuasif. (Majalah Madina)

16. Sobri Lubis ( Sekjen FPI ) “Bunuh, bunuh, bunuh, BUNUH! PERANGI AHMADIYAH, BUNUH AHMADIYAH, BERSIHKAN AHMADIYAH DARI INDONESIA! Ahmadiyah halal darahnya! Persetan HAM! Tai kucing HAM! Allahu Akbar” ( Video Tablig Akbar, FUI, Banjar , 14 Feb 2008)

17. Maftuh Basyuni ( Menteri Agama RI Menag mengecam keras pelaku pembakaran Masjid Ahmadiyah. Dia menilai aksi pembakaran tersebut adalah tindak kejahatan yang tidak mungkin dilakukan oleh orang yang berakal sehat.”Itu satu kejahatan yang harus dibasmi .( Media Indonesia, 30 April 2008).

18. Tersangka Pembakar Mesjid Ahmadiyah Tidak Ditahan karena jaminan MUI (Antara News, 29 April 2008)

19. Hamka Haq ( Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia)Pelarangan dan aksi kekerasan atau ancaman terhadap jemaat Ahmadiyah merupakan tindakan yang melanggar konstitusi. kontroversi soal Ahmadiyah hanya merupakan perbedaan penafsiran, tidak ada perbedaan keyakinan yang prinsipil. Dia juga menyatakan Fatwa MUI yang melarang dan mengharamkan Ahmadiyah dikatakannya tidak tepat.

Tuduhan-tuduhan Terhadap Ahmadiyah dan Ghulam Ahmad

November 10, 2009

Dalam Bayan DSP PKS Nomor: 17/B/K/DSP-PKS/1429 Tentang Ahmadiyah yang bisa di baca di link http://www.pksjogja.or.id/bayan-dsp-pks-nomor-17bkdsp-pks1429-tentang-ahmadiyah/ , PKS ternyata juga ikut-ikutan melakukan fitnah terhadap AHMADIYAH.

“Ahmadiyah atau Al-Qadiyaniyah adalah aliran keagamaan yang dibidani oleh penjajah Inggris bertujuan agar umat Islam tidak melakukan jihad menentang koloni terhadap Inggris”.

Tahun 2006, buku Dr. Ihsan Ilahi Zahir berjudul Al Qadiyaniyah, dirasat wa tahlil, diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh Drs. Asmuni. Judulnya ‘Mengapa Ahmadiyah Dilarang?’ diikuti oleh dua baris judul kecil, Fakta sejarah dan I’tiqadnya (Dirujuk dari 91 buku-buku Ahmadiyah). Dalam bukunya dia juga menyebut tentang Ghulam Ahmad dalam buku itu Ihsan Ilahi Zhahir menulis bahwa
“Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad pernah menyampaikan pengakuan dalam sebuah pidato yang beliau sajikan untuk Ratu Britania ketika mengadakan lawatan ke India. Konon pengakuan itu berisi pernyataan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad bahwa semua yang beliau terima adalah berkah dari penjajah Britania. (lihat, Mengapa Ahmadiyah Dilarang? Halaman 3, baris ke 15 dari atas)”.

Tujuan Ihsan Ilahi Zhahir mengemukakan ‘peristiwa’ itu tentu untuk membuktikan kedekatan Ahmadiyah dengan pemerintah Inggris, sekaligus mengesahkan tuduhan bahwa Ahmadiyah itu boneka buatan Inggris untuk ‘mengobok-obok’ Islam dan merusak akidah Islam. Peristiwa itu juga dijadikan dasar untuk menuduhkan bahwa kenabian Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad itu adalah gelar yang disematkan oleh pemerintah Inggris kepada beliau.

Jemaat Ahmadiyah tentu sangat ‘concern’ akan masalah ini. Untuk membuktikan ada tidaknya pertemuan yang disebut-sebut itu, pihak Ahmadiyah berupaya untuk melakukan pengumpulan data secara fair dengan cara menghubungi langsung pemerintah Inggris. Tentu saja agenda perjalanan seorang Ratu, adalah catatan sejarah yang penting dan Negara manapun tidak akan dengan begitu saja mengabaikan pencatatannya.

Pejabat pemerintah Inggris, dalam hal ini petugas arsip kerajaan, melalui surat yang ditanda tangani oleh Sheila De Bellaigue, Deputy Registrar mengungkapkan bahwa Ratu Victoria tidak pernah berkunjung ke India; Dan tidak ada keluarga kerajaan yang berkunjung ke India antara tahun 1835 dan 1908 dalam kedudukannya sebagai Raja atau Ratu (masa masa kelahiran Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad hingga kewafatan beliau); Tidak ada catatan adanya pertemuan antara keluarga kerajaan Inggris dengan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad dan terakhir tidak ada catatan tentang Ahmadiyah di dalam arsip kerajaan Inggris.

Dengan begitu, jelas bahwa bangunan yang hendak ditegakkan oleh Ihsan Ilahi Zhahir dan hendak dipertontonkannya ke seluruh dunia, bahwa Ahmadiyah adalah antek-antek Inggris ternyata dibangun diatas pondasi kebohongan dengan mereka-reka suatu pertemuan fiktif.

Pernyataan al Ustadz Allamah As Sayyid Muhammad Al_Muntasir Al Kattani, mantan kepala bagian Ilmu-ilmu Al Qur’an dan Sunnah Fakultas Syari’ah Universitas Damaskus, mantan Guru Besar bidang Fikih Maliki dan Kebudayaan Islam di Universitas Ar-Ribath Maghribi, dan anggota Panitia Ensiklopedi Fikih Islam di Universitas Damaskus serta Guru Besar bidang Hadits dan FIkih di dua fakultas Syari’ah dan Ushuluddin di Universitas Islam Madinah Munawwarah, bahwa Ghulam Ahmad Al-Qadiani adalah seorang budak hina dari budak Britania yang menjual kepada mereka agama, kemuliaan, akal, kehidupan, dan menyebarkan semua dalam buku-buku, risalah-risalah, dan makalah-makalah yang dia namai wahyu kenabian dan agama … kenabian yang dikukuhkan oleh para tokoh penjajah, … (lihat, Mengapa Ahmadiyah Dilarang, halaman xv).

Ini adalah kebohongan besar. Sebab dalam tulisan itu telah dinyatakan perbuatan beberapa pihak. Pertama, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad telah bertemu dengan Ratu Britania dan menyampaikan pidato dihadapannya. Dan pidato itu berisi sebuah pengakuan. Kedua, bahwa Ratu Britania telah berkunjung ke India dan telah bertemu dengan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad serta mendengarkan pengakuannya. Ketiga, telah mendengar pidato itu dan menyaksikan kedua belah pihak itu bertemu, atau telah membaca sebuah buku yang melaporkan peristiwa tersebut. Jadi bila itu merupakan kebohongan, maka jumlah kebohongannya sedikitnya sebagai berikut:
1. Berbohong bahwa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad telah bertemu Ratu Britania.
2. Berbohong bahwa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad telah menyampaikan pidato dihadapan Ratu Britania.
3. Berbohong bahwa Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad telah mengemukakan pengakuan atas jasa-saja Ratu Britania.
4. Berbohong bahwa Ratu Britania telah berkunjung ke India padahal tidak pernah.
5. Berbohong bahwa Ratu Britania telah bertemu dengan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad di suatu tempat di India.
6. Berbohong bahwa Ratu Britania telah mendengar secara langsung pengakuan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad.
7. Telah berbohong menyaksikan peristiwa itu [seandainya ia mengaku telah menyaksikan peristiwa itu, sebab di dalam bukunya tidak dikatakan dengan jelas apakah ia melihat sendiri, atau mendengar dari orang lain, atau membaca tulisan orang lain].
8. Telah berbohong membaca buku yang mencatat peristiwa itu.
9. Berbohong bahwa seseorang telah menulis laporan tentang peristiwa tersebut.
10.
Hal yang lebih menggelikan adalah pernyataan bahwa syahadat Ahmadiyah adalah mengakui Ghulam Ahmad sebagai pengganti YML Rasulullah s.a.w sebagaimana bayak diucapkan oleh Amin Jamaluddin sebagai Ketua LPPI (http://www.hizbut-tahrir.or.id/2008/01/17/menjawab-kebohongan-ahmadiyah/). Ghulam Ahmad sendiri menulis: Berkenaan dengan dua kalimah Syahadat, beliau menulis,

“Inti dari kepercayaan saya adalah: Laa Ilaaha Illallahu, Muhammadur-Rasulull ahu (Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah). Kepercayaan kami yang menjadi pergantungan dalam hidup ini, dan yang padanya kami, dengan rahmat dan karunia Allah, berpegang sampai saat terakhir dari hayat kami di bumi ini ialah: Sayyidina Maulana Muhammad SAW adalah Khataman Nabiyyin dan Khairul Mursalin, yang termulia dari antara nabi-nabi. Ditangan beliau hukum syari’at telah disempurnakan. Karunia yang sempurna ini pada waktu sekarang adalah satu-satunya penuntun ke jalan yang lurus dan satu-satunya sarana untuk mencapai ‘kesatuan’ dengan Tuhan Yang Mahakuasa.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Izalah Auham, 1891: 137).

Pernyataan tentang syahadat Jemaat Ahmadiyah ini dapat dilihat dalam situs resmi Ahmadiyah International (http://www.alislam.org/books/religiousknowledge/sec1.html#kalima) dan juga di situs Ahmadiyah Indonesia (http://www.ahmadiyya.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=215&Itemid=1). Sehingga hal yang berhubungan dengan syahadat bagi muslim Ahmadiyah sudahlah sangat jelas, yaitu Bertuhan Kepada Allah taala, dan mengakui Muhammad bin Abdullah sebagai rasulNya.

Tuduhan lainnya yang dialamatkan kepada Ghulam Ahmad adalah membajak Al-Quran. Bayan DSP PKS Nomor: 17/B/K/DSP-PKS/1429 Tentang Ahmadiyah dinyatakan sebagai berikut:

Tadzkirah adalah kitab suci Ahmadiyah isinya penuh dengan kebohongan dan kedustaan. Sebagian besarnya berupa pembajakan dan pemalsuan dari Al-Qur’an. Di antara kedustaan dan pemalsuan isi kitab tadzkirah antara lain:
-Tadzkirah hal 43 membajak Al-Qur’an surat al-Anfal 17.
-Tadzkirah hal 342 (Haqiqatul Wahyi hal 71) membajak Al-Qur’an surat As-Shaff 9.
– point 3 tentang pokok keyakinan Ahmadiyah versi PKS yaitu Ahmadiyah menyakini bahwa kitab Tadzkirah sama sucinya dengan kitab al-Qur’an
Pembahasan tentang ini secara lebih detil akan dijelaskan dalam point 8. Al-Quran suci vs Tazdkirah.

Point 4 dalam tuduhan PKS, yang juga dinyatakan oleh Amin Jamaluddin, yaitu Ahmadiyah memiliki tempat suci sendiri yaitu di Qadian India. Mungkin istilah PKS tentang tempat suci cukup halus, tetapi Amin Jamaluddin menfitnah lebih keras dengan menyebutkan Ahmadiyah naik haji ke Qadian.
Soal haji ini Ghulam Ahmad menulis:

“Maka, wahai sekalian orang yang merasa dirinya tergolong dalam jemaatku! Kamu sekalian di langit baru akan tergolong dalam warga jemaatku, setelah kamu sekalian benar-benar melangkahkan kakimu pada jalan ketaqwaan. Oleh karena itu dirikanlah sembahyang kelima waktu dengan penuh rasa ketakutan dan pemusatan pikiran, seakan-akan kamu sekalian melihat wajah Ilahi di hadapanmu. Jalankanlah hari-hari puasamu karena Allah dengan penuh ketulusan. Setiap orang yang wajib membayar zakat, hendaklah ia melunasi zakat. Barangsiapa yang telah memenuhi syarat untuk menunaikan ibadah Haji, dan tidak ada yang menghalangi, hendaklah ia menunaikan ibadah Haji. Kerjakanlah segala amalan baik dengan cermat, dan tinggalkanlah perbuatan buruk disertai perasaan jengkel.” (Kisyti Nuh, hlm. 22-23)7

Siapakah yang berhaji itu, dalam situs Ahmadiyah sangat jelas bahwa ibdah Haji Ahmadiyah adalah sama dengan ibadah haji umat Islam lainnya. Khalifah pertama Ahmadiyah bergelar Haji Alhakim Nuruddin, disebut haji setelah menjalankan kewajiban itu di bulan qurban (haji). Demikian pula Ahmadi lainnya, sebagian besar mubaligh Ahmadiyah di menjalani pendidikan di Qadian namun tidak bergelar Haji. Kakek saya sepulang dari Qadian tidak disebut Haji, adalah bapak saya yang kemudian menjadi Haji setelah pulang dari Mekkah walaupun tidak pernah ke Qadian. Saya bisa menyebutkan puluhan orang Ahmadi yang pulang dari Qadian dan bukan Haji, disamping saya bisa menyebutkan ratusan Ahmadi yang tidak pernah ke Qadian tetapi menjadi Haji sepulang dari Mekkah.

Seiring dengan fatwa MUI dan Rabithah Al Islami, maka Jemaat Ahmadiyah dipersulit dalam melaksanakan Haji. Bapak saya yang tinggal di Makassar naik haji dengan menggunakan kloter dari Yogyakarta dsb. Padahal barang siapa mempersulit seorang muslim dalam ibadahnya tentunya bukanlah seorang muslim sebagaimana hadits YML saw berikut

“Seorang muslim adalah orang yang tidak merugikan muslim lainnya dengan lidah maupun dengan kedua tangannya.” (H. R.Bukhari) 8

Fitnah point 6 berbunyi “Mirza Ghulam Ahmad menyakini bahwa ajarannya yang benar, bagi mereka yang tidak masuk Ahmadiyah maka mereka adalah sesat dan akan masuk neraka Jahannam”.

Barangkali fitnah ini dilatarbelakangi istilah “kafir” bagi orang yang tidak mengakui Ghulam Ahmad sebagai Al Masih yang dijanjikan, sebagaimana di klaim banyak Ahmadi.

Perlu dijelaskan disini tentang istilah “kafir” yaitu tidak selamanya sebutan kafir ditujukan kepada orang yang mengingkari Tuhan, nabi, rasul, kitab, dan sebagainya. Ternyata istilah itu beragam pemakaiannya. Contohnya sebagai berikut:

Rasulullah s.a.w. bersabda: “Janganlah kamu menjadi kafir di belakangku, sehingga sebagian dari kamu memancung leher yang lain.” (Misykat Jilid 1, hlm. 37)3

Dalam Hadits ini yang dimaksud kafir oleh Rasulullah s.a.w.adalah orang-orang mukmin agar jangan saling memerangi, sebab perbuatan demikian disebut kafir.

Selanjutnya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Siapa di antara budak-budak yang lari meninggalkan tuannya,

maka sesungguhnya ia telah menjadi kafir sebelum ia kembali kepada tuan mereka.” (H. R. Muslim, jld. 1, hlm. 37)4

“Ada dua sifat yang masih terdapat di kalangan umatku, mereka masih kafir dalam dua sifat itu, yakni mencela kebangsaan orang lain dan meratapi mayit.” (H. R. Muslim, jld.1, hlm. 37)5

“Perjanjian teguh yang membedakan kita dengan mereka (orang-orang kafir dan musyrik) adalah sembahyang, maka barangsiapa meninggalkan sembahyang niscaya kafir-lah dia.” (Misykat, hlm. 58)6

Jadi, apabila ada sebutan kafir, maka yang dimaksud tak lain hanya menyatakan, tanpa sekelumit pun rasa benci atau tidak bersahabat, bahwa orang itu tidak beriman dan mengingkari kebenaran seorang nabi atau rasul. Dalam kaitan ini, perhatikanlah dengan cermat tulisan Pendiri Jemaat Ahmadiyah berikut ini:

“Cobalah perhatikan kebohongan para alim-ulama, betapa mereka menuduh kami telah mengkafirkan dua ratus juta kaum muslimin, padahal bukanlah kami yang memulai hal ini, bahkan para ulamalah yang mula-mula mengkafirkan kami dan mereka pulalah yang telah menimbulkan kiamat dengan menghamburkan fatwa-fatwa mengkafirkan kami, dan dengan fatwa-fatwa itu mereka telah menimbulkan kegemparan di seluruh India …” (Haqiqatul Wahyi, hlm.120-121)7

Sekarang akan disampaikan bukti bahwa para ulama Islam di Hindustan-lah yang pertama kalinya mengkafirkan Hz. Mirza Ghulam Ahmad dan Jemaat Ahmadiyah. Selain itu, menurut Jemaat Ahmadiyah, kafir ada 2 macam. Mengingkari nabi tasyri’i (nabi pembawa syari’at) adalah lain halnya dengan mengingkari nabi ummati (nabi pengikut syari’at). Karena Rasulullah s.a.w. adalah nabi pembawa syari’at, maka mengingkari Islam atau mengingkari Rasulullah s.a.w., secara langsung dapat membuat seseorang itu menjadi kafir, artinya menjadi non-Muslim. Dalam kondisi di mana seseorang menerima Nabi Muhammad s.a.w. sebagai Rasulullah dan Al- Qur’an sebagai Kalamullah, namun ia mengingkari Masih Mau’ud (Al-Masih yang Dijanjikan), maka keingkarannya itu bukanlah suatu ke-kafir-an yang dapat membuatnya langsung menjadi non-Muslim. Karena Masih Mau’ud adalah nabi ummati, maka mengingkari beliau berarti membuat seseorang menjadi kafir (ingkar) terhadap nabi ummati. Sebagai anggota di dalam umat Rasulullah s.a.w., orang itu tetap disebut muslim, akan tetapi dia menjadi kafir dalam hal mengingkari Masih Mau’ud.12

Mengingkari Masih Mau’ud bukanlah kekafiran secara langsung, melainkan kekafiran secara tidak langsung, sebagaimana halnya kenabian Masih Mau’ud itu adalah kenabian yang tidak langsung. Inilah yang merupakan ruh dari tulisan Pendiri Jemaat Ahmadiyah berikut ini:

“Poin ini perlu diingat bahwa menyatakan orang-orang yang mengingkari pendakwaannya sebagai kafir hanyalah ciri nabi-nabi yang membawa syari’at serta hukum-hukum baru dari Allah Ta’ala. Akan tetapi, selain daripada pembawa syari’at, segenap mulham (penerima ilham) dan muhaddats (orang yang bercakap-cakap dengan Allah Ta’ala) – tidak perduli betapa mulia kedudukannya di sisi Allah dan memperoleh anugerah bercakap-cakap langsung dengan Allah – dengan mengingkari mereka tidak ada yang menjadi kafir.” (Taryaqul Qulub, catatan kaki hlm. 130, Ruhani Khazain jld. 15, cat. kaki hlm. 432)13

Pernyataan Jujur Para Tokoh Tentang Ahmadiyah

November 10, 2009

bung-karnoBung Karno, Proklamator Kemerdekaan RI dan Presiden RI Pertama:
“Maka oleh karena itulah, walaupun ada beberapa fasal dari Ahmadiyah tidak saya setujui dan malahan saya tolak,….., tokh saya merasa wajib berterima kasih atas faedah-faedah dan penerangan-penerang an yang telah saya dapatkan dari mereka punya tulisan-tulisan yang rasional, moderen, broad minded dan logis itu”. (Di Bawah Bendera Revolusi : 346; Sinar Islam, Januari 1984 : 57 )

Dr. H.A.Karim Amarulah, Ulama dan Tokoh Pergerakan Kemerdekaan RI, ayah Prof. Dr. Hamka :
“Diatas nama Islam dan kaum Muslimin se-Dunia kita mem
uji sungguh kepada pergerakannya Ghulam Ahmad tentang mereka banyak menarik kaum Nasrani (Kristen) masuk agama Islam di tanah Hindustan dan lain-lain tempat…..”. (Al Qaulus-Shahih : 149; Ibid )

Prof. Dr. Hamka, Ulama dan Ketua MUI pertama :
“Adapun kaum Ahmadi (Ahmadiyah), dan usahanya melebarkan Islam di benua Eropa dan Amerika, dengan dasar ajaran mereka, faedahnya bagi Islam ada juga. Mereka menafsirkan Qur’an ke dalam bahasa-bahasa yang hidup di Eropa. Padahal zaman 100 tahun yang lalu masih merata kepercayaan tidak boleh menafsirkan Qur
’an. Penafsiran Quran dari kedua golongan Ahmadiyah itu membangkitkan minat bagi golongan yang mengingini kebangkitan Islam ajaran Muhammad kembali buat memperdalam selidiknya tentang Islam…..”. (Pelajaran Agama Islam, Cet. I : 199; Ibid )

Muhammad Akram M.A., Cendekiawan Muslim :
“Pengaruh Jemaat Ahmadiyah memang jauh sekali. Ini disebabkan kepercayaan Pendiri Jemaat Ahmadiyah dan pengikutnya, bahwa jihad dengan pedang bukanlagh masanya sekarang. Yang diperlukan ialah jihad dengan pena, jihad dengan lisan dan tulisan. Pendirian mereka ini tidak sejalan dengan pendirian umat Islam lainnya, tetapi hakikat yang nyata ialah, kemampuan jihad dengan pedang tidak ada pada Ahmadiyah dan tidak pula terdapat pada umat Islam lainnya. Karena kepercayaan umum umat Islam terhadap jihad dengan pedang itu, maka akhirnya jihad ‘am dan dakwah pun tidak dilakukan. Orang Ahmadiyah yang mengakui jihad dengan dakwah itu merekalah yang melakukannya dengan menganggapnya sebagai kewajiban. Di sini mereka berhasil dan sukses”. (Maud-i-Kauthar, 193-194; Ibid )

Prof. Drs. K.H. Hasbullah Bakry S.H., Ulama dan Cendekiawan Muslim :
“Menurut pendapat saya, adalah suatu kesalahan yang amat besar telah dilakukan oleh Majlis Ulama kita baru-baru ini tanpa mendengar lebih dulu pendapat ulama lain, menyatakan Ahmadiyah bukan Islam (hal ini pasti bertentangan dengan ayat Alquran An-Nisa:94 yang mencegah kita mengkafirkan sesama Islam).
Kalau kita tidak boleh mengkafirkan golongan Syi’ah, begitu juga kita tidak boleh mengkafirkan golongan Ahmadiyah, sebab mereka tetap masih mengaku Islam dengan iman Islam. Kiranya para Ulama di Indonesia dapat menempati posisinya yang benar dalam membangun bangsa dan negara, amien”. (Kiblat, No.16/XXVII, hal 26 ).

Sumber : http://putradarweisy.blogspot.com/2009/05/pernyataan-jujur-para-tokoh-tentang.html

Pendiri Ahmadiyah : “Aku Adalah Mau’ud yang Dijanjikan Rasulullah saw.”

November 10, 2009

Pendiri Ahmadiyah : “Aku Adalah Mau’ud yang Dijanjikan Rasulullah saw.”
Karya: Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad

Tentang masalah Al-Masih dan tempat turunnya beliau, aku mengatakan tidak peduli apakah orang-orang menerimanya atau menolaknya.

Tuhan Yang Maha Mulia telah mencetuskan di dalam hatiku menjadi tempat penjelmaan rahasia agung itu.

Aku adalah Mau’ud (yang dijanjikan), dan aku datang membawa sifat-sifat yang telah diterangkan oleh Rasulullah saw., sangat disayangkan orang-orang yang tidak melihatku.

Warna kulitku kuning gandum, dan rambut yang dinubuwatkan oleh Nabi Karim saw. pun sama dengan rambutku, tidak ada bedanya.

Ini adalah kedatanganku dan tidak ada keraguan sedikitpun, Rasulullah saw. telah membedakanku dengan Al-Masih yang berkulit kemerah-merahan.

Janganlah heran berkenaan dengan menara di timur, sebab akupun datang secara nyata di timur.

Aku inilah orangnya yang telah datang sesuai dengan kabar gembira, mana pula Isa a.s. dapat menginjakkan telapak kakinya di atas mimbarku [sebab akau adalah Masih-nya Muhammad saw.].

Sebagaimana Allah telah menjanjikan tempat yang mulia di dalam surga, apakah dengan demikian Dia melanggar janji-Nya lalu mengeluarkan beliau dari surga?

Pengingkaran yang secara aniaya menyembah Al-Masih, bagaimana mungkin Tuhan yang Ghayyur itu dapat menyamakannnya denganku.

Simaklah Quran Majid sekejap, supaya rahasia terselubungku ini zahir di hadapanmu.
Wahai Tuhan, di manakah manusia yang dapat mengenali rahasia kasyaf-kasyaf, supaya nur batinnya dapat mengenaliku.

Sumber Karunia dan rahmat-Nya telah bergejolak sedemikian rupa sehingga puji-pujian terhadap Kekasihku.

Wahai para pengeritik! Dengan takut terhadap Tuhan, bersabarlah sehingga Tuhan sendiri akan menzahirkan nur dan cahaya bintangku.

Perintah-Nya telah diserahkan kepadaku, dalam hal ini aku tidak mempunyai ikhtiar apa-apa. Lihatlah, hal ini aku katakan dari Tuhan-ku Yang Maha Raja.

Wahai orang-orang yang bergegas menujuku dengan kapak dan pedang! Takutlah kalian kepada Penjaga kebunku, sebab aku adalah dahan yang bakal menghasilkan buah.

Perintah ini berasal dari langit yang ditumpahkan kepada bumi. Jika setelah mendengar tidak kusampaikan, maka ke mana ia harus kubawa pergi.

Wahai kaumku, janganlah kalian berhati sempit, karena kata-kataku sejak permulaan ini begitu emosi. Perhatikanlah diriku sampai saat-saat terakhirku.

Bukan aku yang mengatakannya, melainkan hal ini telah tertulis di lauh-mahfuzh (papan tulis) Tuhan. Jika ada yang sanggup cobalah hapuskan tandaku.

Aku heran dan risau terhadap kedangkalan hati serta sempitnya motivasi kaumku. Wahai Tuhan, tolonglah supaya aku terlepas dari kerisauan ini.

Tidak memiliki mata, tidak memiliki telinga, dan tidak memiliki cahaya hati. Mereka hanya memiliki lidah yang gigih menentangku.

Mencaci-makiku bagi mereka sudah merupakan ibadah. Di pandangan mereka akulah yang paling kotor.

Wahai hatiku, walau demikianpun engkau harus mempertimbangkan (memperhatikan) mereka, sebab mereka pun menyatakan diri mencintai Rasulullah saw.

Wahai panggilan kebenaran dan amanat kebenaran, janganlah salah paham terhadapku. Aku melihat engkau berada dalam kesalahan.

Wahai saudaraku, hatiku lelah, sedih memikirkan iman engkau, namun anehnya di dalam benak engkau aku ini dianggap kafir.

Jika engkau ingin supaya kebenaran kami menjadi terang dan jelas di hadapanmu, maka mintalah cahaya hati dari Tuhan Yang Maha Pengasih.

Mana pula telinga hatiku dapat mendengar tuduhan kafir dari seseorang, padahal aku tengah mabuk meneguk cawan karunia-karunia Sang Kekasihku.

Bagaimana pula caci-makian para musuh dapat sampai kepadaku, padahal aku tengah terbuai mimpi indah membayangkan Sahabat-ku.

Aku hidup bertopang dari wahyu Tuhan-ku yang menyertaiku ini. Wahyu-Nya (amanah-Nya) yang menghidupkan nafasku.

Aku membawa jubah dari istana Kekasihku, selain itu janganlah lagi tanyakan padaku tentang negeri yang gelap-gulita ini.

Kecintaan terhadap-Nya telah menyentuh lubuk dasar hatiku. Di jalan agama, stempel-Nya telah menjadi stempel-ku yang bercahaya.

Seandainya rahasia kecintaanku dengan-Nya terbuka maka banyak sekali orang-orang yang akan menyerahkan nyawa mereka.

Orang-orang dunia tidak dapat memahami rahasiaku. Aku sendiri merupakan nur yang bangkit dari mata orang-orang yang baik sekali (unggul).

Selain itu, orang-orang yang menyukai jalanku tidaklah sedikit. Akan tetapi orang yang berpandangan buruk terhadapku, dia adalah seorang yang malang.

Kami setiap saat meneguk minuman dari cawan “perpaduan”dengan Sahabat kami. Setiap saat Kekasih muliaku yang simpati melawan para pengingkar.

Angin surga bertiup di dalam hatiku yang sedih, dan tak terhingga banyaknya tiupan angin lembut yang berbaur dengan asap wangi-wangianku.

Bau busuk orang-orang yang dengki tidak dapat menggangguku. Aku senantiasa bersimbahkan wewangian kesturi yang timbul dengan mengenang/mengingat-Nya.

Karena kedekatan (qurub) dengan Kekasihku, tugasku telah mencapai tahap yang jauh dari pemahaman para penentangku.

Atas karunia Kekasih-ku, langkahku telah masuk ke dalam surga, dan di tanganku terdapat cawan fadhal-Nya (karunia-Nya).

Gejolak pengabulan doa dari-Nya sedemikian rupa tatkala berdoa, bahkan ibuku pun tidak pernah melakukan hal seperti itu bila aku menangis sehabis-habisnya.

Di setiap sudut dan di setiap arah, aku hanya mendapatkan wajah Kekasihku. Apakah pernah ada wajah lain yang tampak dalam pikiranku selain dari-Nya?

Sangat disayangkan bahwa kelompok orang terpandang ini tidak melihatku. Dan mereka baru akan melihatku tatkala aku sudah menyatu dengan tanah ini.

Jika seandainya hati harus tersayat-sayat karena duka dan perih memikirkan mereka, biarlah! Keinginanku adalah demi-Nya kepalaku pun biarlah terbakar.

Setiap malam aku merasakan ribuan duka karena perih memikirkan kaum ini. Wahai Tuhan-ku lepaskanlah daku dari rasa malu ini setiap hari.

Wahai Tuhan-ku, cucilah kemalasan mereka ini dengan air mataku yang telah membasahi tempat tidurku hari ini.

Kini, kabulkanlah, dan tolonglah, sebab air mata ini kami curahkan demi Engkau. Tolonglah daku, sebab selain Engkau tiada yang lain lagi.

Gelap-gulitanya duka tidak kunjung habis, akan tetapi kegelapan malam ini akan habis di hari pembalasan.

Hatiku telah tersayat-sayat pedih memikirkan kaum yang tidak dapat mengenali ini, dan juga karena ulama-ulama yang bengkok yang merenggut leherku.

Jika kedangkalan-ilmu dan kebutaan-batin ini tidak ada, maka setiap orang alim dan faqih akan menjadi khadim Engkau seperti aku.

Ilmu mantikku (logikaku) ini dapat mempengaruhi batu. Namun orang-orang ini tidak mengambil manfaat dari tulisan-tulisanku yang berpengaruh ini.

Ilmu adalah sesuatu yang bersamanya pun terdapat nur (cahaya) firasat (ketajaman pikiran). Orang yang buta ilmu ini tidak dapat makan dengan “phisyera”.

Hari ini kaumku tidak mengenali kedudukanku. Namun suatu hari mereka pasti akan menangis-nangis mengingat masaku yang terbaik ini.

Wahai kaumku, pandanglah kepada Sang Ghaib dengan sabar, supaya Dia dengan merendah membentangkan Tangan-Nya untukmu.

Walau nilai dan kehormatanku menurutmu adalah sama dengan debu, itu tidaklah mengapa. Aku bukan hanya dari debu bahkan lebih nista dari sampah.

Adalah ihsan dan karunia-Nya yang telah menganugerahiku. Kalau tidak, aku ini hanyalah seekor cacing, bukannya seorang manusia, bukan sebuah intan dan bukan sebuah permata.

Tangan-Nya telah menjauhkanku dari wujud-wujud lainnya, sehingga tidak pernah wujud lain dalam gambaranku.

Setelah kepada Tuhan aku mabuk di dalam cinta kepada Rasulullah saw.. Dan jika seandainya hal ini dianggap suatu kekafiran, maka demi Tuhan, akulah yang paling kafir.

Kecintaan kepada-Nya telah merasuk ke dalam setiap partikel tubuhku. Hatiku penuh oleh kesendirian dan kepiluan terhadap sang kekasih (saw.) itu.

Aku adalah pelita kebenaran [yang memisahkan] antara yang suci dengan haram. Dan tangan-Nya-lah yang senantiasa melindungiku dari setiap angin kencang.

Setiap saat langit memberikan kesaksian akan kebenaranku. Aku telah menanggung kedukaan ini sedemikian rupa sehingga bumi pun tidak sanggup memikulnya.

Aku bersumpah demi Tuhan! Aku merupakan bahtera Nuh yang berasal dari Tuhan. Sungguh bernasib buruklah orang yang menjauh dari tali tambatan bahteraku.

Api yang telah dinyalakan oleh penghujung Akhir Zaman ini, demi Tuhan, aku adalah sungai ‘kautsar’ baginya.

Aku bukanlah rasul dan tidak membawa kitab. Yaa, padaku turun ilham dan aku adalah pemberi kabar-takut dari Tuhan.

Wahai Tuhan! Kami mohon dengan rendah hati agar engkau melimpahkan anugerah dan karunia-Mu. Selain tangan rahmat-Mu, siapa lagi yang akan menolongku?

Nyawaku kukorbankan bagi agama Mustafa saw.. Inilah kehendak dan keinginan hatiku. Andai hal ini terpenuhi.

———-
Sumber: Buku Izalah Auham (Menghilangkan Keraguan)
Penterjemah: Mukhlis Ilyas Mbsy.
Diedit oleh: Ruhdiyat Ayyubi Ahmad

Hello world!

November 10, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!