Ghulam Ahmad Memuliakan Rasulullah saw

Tuduhan dari sekelompok ulama yang menyatakan bahwa Ghulam Ahmad r.a, adalah menghina YML Rasulullah saw adalah tidak benar. Demikian juga tuduhan bahwa Ahmadiyah adalah antek Inggris dan didirikan untuk kepentingan kolonial Inggris.

Jemaat Ahmadiyah berkeyakinan bahwa nabi Muhammad saw adalah khataman nabiyyin. Pendiri Jemaat Ahmadiyah menulis,

“Tuduhan yang dilontarkan terhadap diri saya dan terhadap Jamaah saya bahwa kami tidak mempercayai Rasulullah Muhammad SAW sebagai Khataman Nabiyyin merupakan kedustaan besar yang dilontarkan kepada kami. Kami meyakini Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai Khatamul Anbiya dengan begitu kuat, yakin, penuh makrifat dan bashirat, yakni seperseratus ribu dari yang itupun tidak dilakukan oleh orang-orang lain. Dan memang tidak demikian kemampuan mereka. Mereka tidak memahami hakikat dan rahasia yang terkandung di dalam Khatamun Nubuwat Sang Khatamul Anbiya. Mereka hanya mendengar sebuah kata dari tetua mereka, tetapi tidak tahu menahu tentang hakikatnya. Dan mereka tidak tahu apa yang dimaksud dengan Khatamun Nubuwat – yakni apa makna mengimaninya. Namun kami, dengan penuh bashirat (Allah Taala yang lebih tahu) meyakini Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sebagai Khatamul Anbiya. Dan Allah Taala telah membukakan pintu hakikat Khatamun Nubuwwat kepada kami sedemikian rupa, yakni dari serbat irfan yang telah diminumkan kepada kami itu kami mendapat suatu kelezatan khusus yang tidak dapat diukur oleh siapapun kecuali oleh orang-orang yang memang telah kenyang minum dari mata air ini juga.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Malfuzhat, jld. I, halaman 342)

“Dengan sungguh-sungguh saya percaya bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Khatamul Anbiya. Seorang yang tidak percaya pada Khatamun Nubuwwah beliau (Rasulullah SAW), adalah orang yang tidak beriman dan berada diluar lingkungan Islam.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Taqrir Wajibul I’lan, 1891).

“Martabat luhur yang diduduki junjungan dan penghulu kami, yang terutama dari semua manusia, nabi yang paling besar, Hadhrat Khatamun Nabiyyin SAW telah berakhir dalam diri beliau yang di dalamnya terhimpun segala kesempurnaan dan yang sebaliknya tak dapat dicapai manusia.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Taudhih Maram, 1891 hal. 23)

“Yang dikehendaki Allah supaya kita percaya hanyalah ini, bahwa Dia adalah Esa dan Muhammad SAW adalah Nabi-Nya, dan bahwa beliau adalah Khatamul Anbiya dan lebih tinggi dari semua makhluk.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Kisti Nuh, tahun 1902, halaman 15).

“Untuk sampai kepada-Nya semua pintu telah tertutup, kecuali sebuah pintu yang dibukakan oleh Qur’an Majid dan semua kenabian dan semua kitab-kitab yang terdahulu tidak perlu lagi diikuti, sebab kenabian Muhammadiyah, mengandung dan meliputi kesemuanya itu. Selain ini semua jalan tertutup. Semua jalan yang membawa kepada Tuhan terdapat di dalamnya. Sesudahnya tidak akan datang kebenaran baru, dan tidak pula sebelumnya ada suatu kebenaran yang tidak terdapat di dalamnya. Sebab itu, diatas kenabian ini habislah semua kenabian. Memang sudah sepantasnya demikian sebab sesuatu yang ada permulaannya, tentu ada pula kesudahannya.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Al Wasiyat, JAI 2006, hal. 24).

Sesudah Nabi Muhammad SAW, tidak boleh lagi mengenakan istilah Nabi kepada seseorang, kecuali bila ia lebih dahulu menjadi seorang ummati dan pengikut dari Nabi Muhammad SAW.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Tajalliyati Ilahiyah, 1906, hal. 9)

“Semua pintu kenabian telah tertutup kecuali pintu penyerahan seluruhnya kepada Nabi Muhammad SAW dan pintu fana seluruhnya kedalam beliau.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Ek Ghalti ka Izalah, 1901, hal. 3).

Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad sangat mencintai Rasulullah Muhammad SAW, berkenaan dengan kecintaan dan kesediaan beliau mengorbankan jiwa raga demi kemuliaan Rasulullah Muhammad SAW beliau menulis, “Saya katakan dengan sejujur-jujurnya bahwa kami dapat berdamai dengan ular berbisa dan serigala buas, tetapi kami tak dapat berkompromi dengan orang yang melakukan serangan-serangan keji terhadap Nabi Muhammad yang kami cintai, orang yang lebih kami hargakan dari kehidupan kami dan orang tua kami.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Paighami Sulh, 1908 hal. 30).

“Sekiranya orang-orang ini menyembelih anak-anak kami didepan mata kami dan mencincang apa-apa yang kami cintai sampai berkeping-keping dan membuat kami mati dengan hina dan malu dan merampas semua harta dunia kami, maka demi Tuhan, semua itu tidak akan begitu menyakitkan hati kami seperti yang kami alami atas cacian dan hinaan yang dilancarkan kepada Nabi kami, Muhammad SAW.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Aina Kamalati Islam, 1893, hal. 52).

“Aku menyaksikan suatu kehebatan dalam wajahmu yang bersinar cemerlang, yang melebihi semua sifat manusia lain. Pada wajahnya tampak Tuhan Muhaimin dan seluruh keadaannya bagaikan cermin. Yang menampakkan keindahan sifat Ilahi dan kebesarannya sungguh menyilaukan. Ia mengungguli seluruh manusia dengan kemampuan, kesempurnaan dan keelokannya dan kehebatan serta dalam kesegaran jiwanya. Sedikitpun tidak diragukan lagi, Muhammad shallallahu alaihi wa sallam adalah terbaik diantara seluruh makhluk. Paling mulia diantara yang mulia dan inti orang-orang yang terpilih. Segala sifat yang terbaik dan terpuji, pada diri beliaulah puncaknya. Anugerah nikmat yang ada pada setiap zaman, telah berakhir dalam dirinya. Beliau adalah yang terbaik dari semua orang yang mendapat Qurb Ilahi sebelumnya. Keunggulan beliau karena kebaikan-kebaikan, bukan karena zaman. Wahai Tuhanku, turunkanlah berkat-berkat kepada Nabi-Mu abadi selamanya, di dunia ini dan di hari kebangkitan kedua.” (Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Aina Kamalaati Islam, halaman 594-596).

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: